You Always Walk Alone
Akhirnya aku terperosok ditempat ini. Sebuah lorong gelap yang teramat panjang namun masih dapat kulihat ujung akhirnya. Mungkin Imaji atau bisa juga Setan yang tidak tahu diri yang mengantarkanku dengan paksa ketempat ini. Ku tak mau namun tak mampu kulawan. Pada dinding-dinding lorong itu terlukiskan seluruh gambaran sejarah kehidupanku mulai dari aku pertama kali menghirup nafas pertamaku didunia sampai saat-saat terakhir sebelum aku diantarkan ke tempat ini. Semua Terpampang jelas meski gelap berusaha menutupi perlahan-lahan gambar-gambar itu.
Begitu aneh karena gambar-gambar itu dapat bergerak,menceritakan dengan penuh nafsu setiap hal yang pernah kulakukan. Tapi mengapa dalam gambar-gambar itu hanya terdapat diriku? Tiada siapapun yang muncul dalam gambaran kehidupanku. Hanya ada aku. Sendiri. Ini tidak masuk akal karena sebenarnya banyak orang-orang lain yang muncul dalam hidupku.
Aku takut. Lorong ini begitu menakutkan. Bukan karena gelap atau asing. Tapi gambar-gambar itu yang membuatku takut. Gambar-gambar itu membuatku takut akan kesendirian. Aku ingin berlari keluar menuju ujung lorong yang tadi sempat kuperhatikan sebentar. Aku tidak tahan berada di lorong ini memperhatikan gambar-gambar diriku sendiri. Ku mulai berlari menelusuri lorong ini. Tiba-tiba gambar-gambar itu bersuara. Berteriak. Merintih Pedih. Suram. Membuatku mempercepat lari hingga ujung lorong ini.
Dan disinilah kini aku berada. Sebuah ruang tanpa batas. Mataku tidak sanggup menangkap apa yang berada di depan. Semuanya putih. Kalau kamu pikir tempat ini terang berarti kamu salah. ruang ini tidak terang, ruang ini Putih. Hanya putih. Tidak ada apapun atau siapapun dalam ruangan ini. Hanya aku terselubungi warna putih. Ini lebih menakutkan dari lorong gelap tadi. Dan aku tercekat. Lalu mati.
Begitu aneh karena gambar-gambar itu dapat bergerak,menceritakan dengan penuh nafsu setiap hal yang pernah kulakukan. Tapi mengapa dalam gambar-gambar itu hanya terdapat diriku? Tiada siapapun yang muncul dalam gambaran kehidupanku. Hanya ada aku. Sendiri. Ini tidak masuk akal karena sebenarnya banyak orang-orang lain yang muncul dalam hidupku.
Aku takut. Lorong ini begitu menakutkan. Bukan karena gelap atau asing. Tapi gambar-gambar itu yang membuatku takut. Gambar-gambar itu membuatku takut akan kesendirian. Aku ingin berlari keluar menuju ujung lorong yang tadi sempat kuperhatikan sebentar. Aku tidak tahan berada di lorong ini memperhatikan gambar-gambar diriku sendiri. Ku mulai berlari menelusuri lorong ini. Tiba-tiba gambar-gambar itu bersuara. Berteriak. Merintih Pedih. Suram. Membuatku mempercepat lari hingga ujung lorong ini.
Dan disinilah kini aku berada. Sebuah ruang tanpa batas. Mataku tidak sanggup menangkap apa yang berada di depan. Semuanya putih. Kalau kamu pikir tempat ini terang berarti kamu salah. ruang ini tidak terang, ruang ini Putih. Hanya putih. Tidak ada apapun atau siapapun dalam ruangan ini. Hanya aku terselubungi warna putih. Ini lebih menakutkan dari lorong gelap tadi. Dan aku tercekat. Lalu mati.

